Pelangsing Herbal Pemutih Wajah Yang Aman Alat Sulap DL

Pelangsing Herbal Pemutih Wajah Yang Aman Jual Treadmill Alat Sulap Pembesar penis Obat kuat bantu sex Kondom unik Perapat vagina Perangsang wanita Payudara Bokong kulit badan Penambah tinggi Penurun berat Kosmetik Kecantikan Olahraga Kamera spycam pengintip Kesehatan Masak Lampu Pembersih Jam Pijat Cukur Perlengkapan rumah Furnitur Barang Aksesoris Kipas angin Religi Tas belanja Timbangan Belajar hipnotis Pendengaran Makanan ringan Pakaian cewek Komputer laptop Ejakulasi dini Boneka full body DLL

Makalah : Pendidikan Sex Pranikah Pernikahan Islam

MAKALAH : PENDIDIKAN SEX, PRANIKAH DAN PERNIKAHAN DALAM ISLAM


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Permasalahan remaja makin hari dirasakan makin kompleks dan memprihatinkan. Apalagi di era globalisasi saat ini, remaja dapat mengakses informasi tentang seksualitas secara bebas melalui televisi, parabola, internet, CD dan lain sebagainya. Hal ini membuat remaja condong untuk berperilaku negatif apabila tidak diarahkan dengan baik dan benar. "Sudah saatnya kita terbuka membicarakan pendidikan kesehatan reproduksi remaja, termasuk pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS," kata Kepala BKKBN, dr Sumaryati Arjoso SKM, pada pembukaan roundtable discussion dalam rangka mencari beberapa alternatif intervensi untuk mengubah perilaku remaja dalam penanggulangan HIV/AIDS, di Jakarta, pekan lalu.
Menurut Sumarjati Arjoso, pendidikan itu tidak saja dilakukan oleh petugas kesehatan dan profesional, tetapi yang terbaik adalah pendidikan yang diberikan oleh orang tua, guru, teman yang mengerti permasalahan.
Kekhawatiran ini sangat beralasan apabila kita meninjau kembali kasus AIDS di Indonesia yang pertama kali dilaporkan pada tahun 1987 dan dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang tajam. Sampai akhir Desember 2004 dilaporkan terdapat 6.050 kasus HIV/AIDS (3368 kasus HIV dan 2682 kasus AIDS).
Berbagai studi lain menunjukkan pula bahwa kemungkinan perempuan dan remaja putri tertular HIV 2,4 kali lebih banyak dibandingkan laki-laki dan remaja putra. UNAIDS melaporkan bahwa 67 persen kasus baru HIV/AIDS di negara berkembang adalah di kalangan usia muda (15-24 tahun). Dari jumlah tersebut, 64 persen adalah perempuan. "Ini mengandung arti bahwa perempuan dan remaja putri lebih rentan terhadap HIV/AIDS daripada laki-laki," kata Sumarjati Arjoso.
Memang, permasalahan remaja sekarang lebih merupakan masalah berantai. Kecemasan karena menghadapi perubahan-perubahan yang drastis dan tidak kunjung selesai, menyebabkan remaja cenderung terbawa arus mengikuti gaya hidup atau perilaku teman sepermainannya. Sebagian dari mereka ingin mencari jalan pintas, maka terseret ke dunia narkoba. Karena butuh narkoba, mereka terlibat kriminal atau pada perempuan terlibat prostitusi. Karena aktivitas mereka dalam penyalahgunaan obat maupun seks, mereka jadi lebih rentan terhadap penyakit menular seksual (PMS) dan HIV/AIDS. Lalu, bagaimana solusinya? 
"Setiap generasi remaja memiliki dunianya sendiri dan permasalahannya sendiri. Karena itu tidak benar jika kita selalu mencoba menangani masalah remaja masa kini dengan ukuran masa lalu. Termasuk dalam hal meningkatnya penyalahgunaan seks dan narkoba, serta merebaknya ancaman HIV/AIDS," kata Dr Sarlito W Sarwono, psikolog kondang saat berbicara dalam diskusi roundtable diskusi di BKKBN Pusat. 
Salah satu ciri remaja masa kini yang oleh Sarlito kerap disebut remaja post modern atau pasca modern (karena eranya sudah melampaui zaman modern, sudah masuk era informasi) adalah memiliki masa transisi terus menerus. Pasalnya, dunia sekitar mereka mudah berubah dan banyak variasi norma hukum, sosial, agama, adat, psikologi yang harus dihadapi sehingga remaja sekarang merasa bahwa status sosialnya tidak pasti, serba canggung. Karena itulah muncul kendala komunikasi dengan lingkungan, sedang hubungan dengan keluarga,teman dan kerabat dekat makin semu. 
Dengan kata lain, ungkap Sarlito, ada dua sumber masalah remaja masa kini. Pertama, masalah yang berasal dari dalam dirinya sendiri, yaitu libido seksualitas dan naluri agresi yang tumbuh terus sesuai dengan pertumbuhan jiwa dan fisik remaja. Kedua, masalah lingkungannya, yaitu banjir informasi melalui teknologi yang makin canggih, perkembangan teknologi yang super cepat, timbulnya norma ganda sebagai akibat perubahan tersebut dan sulitnya mencari pedoman hidup yang pasti. 
Menurut Sarlito, di antara berbagai masalah yang harus dihadapi oleh remaja pasca modern, masalah paling berat tapi tidak terlalu menjadi masalah di masa lalu adalah masalah perubahan norma. Beberapa di antara perubahan norma itu antara lain soal nikah antaragama yang dulu boleh sekarang dilarang, masalah busana yang dulu tidak pantas sekarang lazim dipakai, masalah hubungan seks pra-nikah yang dulu Barat sekarang Barat dan Timur, masalah kawin paksa, khitan wanita yang dulu biasa sekarang aneh dan masalah pornografi yang dulu haram sekarang umum. 
Sementara itu, kepercayaan masyarakat tentang seks tidak banyak berubah. Mitos tentang seks yang masih beredar di masyarakat seperti penyakit kelamin bisa dicegah dengan jamu, pil anti biotik dan mencuci alat kelamin. Belum lagi adanya mitos bahwa hubungan seks lebih baik daripada masturbasi dan lain-lain. 
"Pada gilirannya, kemandegan proses kepercayaan masyarakat yang harus tabrakan dengan perubahan cepat era pasca modern mengakibatkan dampak besar pada remaja. Seperti, tidak peduli, cemas, depresi, tidak adanya sarana penyaluran seksual, canggung akan perilaku antar-jenis kelamin, hubungan seks pra nikah, aborsi, pernikahan dini, penyakit menular seksual (PMS), termasuk HIV/AIDS," katanya. 
Psikolog yang lebih dikenal sebagai seksolog dan tergabung dalam Asosiasi Seksolog Indonesia ini juga mengungkapkan data menarik dari hasil-hasil penelitiannya. Ternyata, remaja yang mendapat pendidikan seks sebelum pernah melakukan hubungan seks, justru akan menunda hubungan seks pertamanya. "Bukan malah mempercepat seperti yang diyakini orang selama ini, sementara remaja yang mendapat pendidikan seks sesudah pernah melakukan hubungan seks akan melakukannya dengan teknik yang aman." 
Diakuinya, perilaku seks remaja Indonesia jauh lebih rendah ketimbang perilaku remaja Amerika Serikat, baik secara kuantitaif (persentase) maupuan kualitatif (jenis perilakunya). Namun juga terbukti bahwa perilaku seks tidak selalu ada hubungannya dengan keyakinan agama. Ini jelas merupakan suatu hal yang bertentangan dengan pendapat masyarakat bahwa agama selalu bisa menjamin perilaku seksual yang baik. 
"Bukan itu saja, penelitian lain oleh dua orang dokter kebidanan yaitu dokter Dalana di Solo dan Biran Affandi di Jakarta pada tahun 1995, menghasilkan temuan yang bertentangan dengan pendapat umum. Tempat senggama remaja bukan terbanyak di tempat-tempat maksiat atau tempat umum seperti hotel, taman ria dan lain-lain, tetapi di rumah sendiri," kata Sarlito menegaskan. 

1.2. Rumusan Masalah

a) Bagaimana Konsep pernikahan dalam Islam?
b) Peranan pendidikan pranikah dalam membantu persoalan rumah tangga?
c) Bagaimana alternative pendidikan pranikah?

BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN

2.1. Konsep Pernikahan Dalam Islam.

“ALLAH MENJADIKAN LAKI-LAKI SEBAGAI SANDARAN WANITA, DAN MENJADIKAN WANITA SEBAGAI PENENANG LAKI-LAKI” 
Allah berfirman : “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (ar-Ruum : 21) 
Apabila sandaran (penyangga) dan penenang ini berkumpul bersama rasa kasih dan sayang, maka berkumpullah seluruh kebaikan bagi laki-laki dan wanita tersebut. 

1. Wanita Saleh adalah Sebaik-baik Harta Benda Dunia 
Dari Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Dunia itu adalah harta benda, dan sebaik-baik harta benda ialah wanita yang saleh.” (HR. Muslim) Apabila wanita saleh merupakan harta benda dunia yang terbaik bagi laki-laki, maka laki-laki yang saleh juga merupakan harta benda yang terbaik bagi wanita. 
2. Perkawinan adalah Separuh Agama 
Diriwayatkan dari Anas bahwa Nabi saw. bersabda, “Apabila seorang hamba (manusia) telah kawin, maka ia telah menyempurnakan separuh agama, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa.” (Dan dalam suatu riwayat pada Thabrani dengan lafal ,” Barangsiapa yang kawin, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan separuh iman, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa.”) (Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman). 
3. Istri Mukminah Membantu terhadap Urusan Akhirat 
Tsauban berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Hendaklah seseorang dari kamu memiliki hati yang bersyukur, lisan yang suka berdzikir, dan istri yang beriman yang membantunya terhadap urusan akhirat.” (HR. Ahmad) Demikian pula wanita hendaklah ia mengambil suami yang beriman yang membantunya atas urusan akhirat. 
4. Wanita Saleh termasuk Unsur Kebahagiaan 
Dari Sa’ad bahwa Nabi saw. bersabda, “Empat hal termasuk unsur kebahagiaan : istri yang saleh, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman.” (HR. Hakim) Demikian pula, di antara unsur kebahagiaan wanita adalah suami yang saleh... 
PERKAWINAN MERUPAKAN SUNNAH PARA NABI A.S 
Allah SWT berfirman, “ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rosul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan…” 
(ar-Ra’d : 38) 
PERKAWINAN ADALAH SUNNAH NABI KITA MUHAMMAD SAW 
Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a bahwa dia berkata,”Tiga kelompok orang (yang jumlahnya di bawah sepuluh) ke rumah-rumah para istri Nabi saw. untuk menanyakan tentang ibadah Nabi saw. Maka setelah mereka diberitahu, maka mereka merasa ibadah mereka sangat sedikit, lalu mereka berkata,”Dimanakah kita ini dibandingkan dengan Nabi saw., padahal kesalahan beliau (seandainya beliau bersalah) pasti diampuni, baik yang terdahulu maupun yang kemudian ?” Maka berkatalah salah seorang dari mereka,”Saya akan sholat malam terus menerus.” Yang lain berkata,”Saya akan berpuasa sepanjang masa dan tidak akan berbuka.” Dan yang lain lagi berkata,”Saya akan menjauhi wanita dan tidak akan kawin selama-lamanya.” Lalu Rasulullah saw. datang kepada mereka seraya berkata, “Kaliankah yang telah mengucapkan begini dan begini? Ketahuilah, demi Allah sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut di antara kamu kepada Allah dan paling takwa kepada-Nya. Tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku sholat, aku tidur, dan aku kawin dengan wanita. Maka barangsiapa yang membenci sunnahku, bukanlah ia dari golonganku.” (HR. Bukhari dan Muslim) 
Rasulullah saw. Menganjurkan Perkawinan 
Abdullah bin Mas’ud berkata,”Kami anak-anak muda pernah bersama Nabi saw., tidak mendapatkan sesuatu pun, lalu Rasulullah saw. bersabda kepada kami, “Wahai segenap pemuda, barangsiapa yang telah mampu untuk kawin maka hendaklah ia kawin, karena kawin itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu kawin, maka hendaklah dia berpuasa, karena puasa itu akan menjadi perisai baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim) 
Rasulullah saw. Mengingkari Pembujangan 
Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Rasulullah saw. menolak Usman bin Mazh’un untuk melakukan tabattul (membujang). Seandainya beliau mengizinkannya niscaya kami akan berkebiri.”(HR. Bukhari dan Muslim). 
Rasulullah saw. Berusaha Menyegerakan Perkawinan 
Diriwayatkan dari Abdul Muththalib bin Rabi’ah bin al-Harits, “… Rasulullah saw. berkata kepada Mahmiyyah, ‘Kawinkanlah anak ini (yakni Al-Fadhl bin Abbas) dengan putrimu… Lalu ia mengawinkannya.’ Beliau berkata kepada Naufal bin al-Harits, ‘Kawinkanlah anak ini.’ Lalu ia mengawinkan aku.” (HR. Muslim) 
Dari Fatimah binti Qais bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Kawinlah dengan Usamah. Lalu aku kawin dengannya; maka Allah menjadikan kebaikan padanya, dan keadaanku baik dan menyenangkan dengan dia.” (HR. Muslim) 
SYARIAT MEMUDAHKAN PELAKSANAAN PERKAWINAN 
1. Memudahkan Peminangan 
Dari Aisyah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya di antara keberkahan wanita ialah kemudahan peminangannya dan kemudahan maskawinnya.” (HR. Ahmad) 
2. Mempermudah Maskawin 
Uqbah bin Amir berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik maskawin adalah yang paling mudah.” (HR. al-Hakim) 
3. Mempermudah aqad (Ijab Qabul) 
Aisyah berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda,“Tidak ada nikah kecuali dengan dihadiri wali dan dua orang saksi yang adil.” (HR. al-Baihaqi) 
Dari Uqbah bin Amir bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik pernikahan adalah yang paling mudah.” (HR. Abu Daud) 
Abdurrahman bin Auf berkata,”Nabi saw. berkata kepadaku (yakni ketika dia kawin), “Adakanlah walimah, meskipun dengan (menyembelih) seekor kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim) 
Demikianlah syariat Islam menjelaskan di antara ciri-cirinya ialah mudah dan memberikan kemudahan dalam semua urusan perkawinan. Bahkan di antara ciri syariat Islam adalah mudah dan memberikan kemudahan dalam semua urusan kehidupan. 
Allah berfirman, “…Allah menghendaki kemudahan bagi kamu dan Dia tidak menghendaki kesulitan bagi kamu…” (al-Baqarah : 185) 
Seyogianya setiap pemuda muslim mempunyai teman hidup yang saleh, dan setiap muslimah memiliki teman hidup yang saleh, persahabatan yang bagus dan halal menurut aturan Allah dan Rasul-Nya, begitu mereka mencapai usia dewasa dan telah matang aspek biologis dan sosialnya. 
Itulah logika fitrah, dan yang tidak begitu adalah penyimpangan dari fitrah. Dan dengan mencocoki fitrah ini maka akan selamatlah masyarakat Islam dari dosa penyimpangan terhadap fitrah Allah dan dosa pelanggaran terhadap syariat-Nya, sebagaimana mereka juga akan selamat dari penyakit-penyakit sosial yang membahayakan. 
Oleh karena itu, sudah selayaknya masyarakat Islam melakukan usaha yang serius dan mencurahkan segenap kemampuannya dan menempuh segala rintangan untuk bersegera melakukan perlindungan dan penjagaan terhadap orang-orang mukmin yang laki-laki dan perempuan, dan agar seluruh masyarakat hidup dengan kehidupan yang baik dibimbing oleh kesucian dan pemeliharaan diri. 

KEADAAN LAKI-LAKI DAN WANITA DALAM PERKAWINAN 
Laki-laki adalah benteng keamanan yang dapat dipercaya, yang penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang, yaitu tempat si wanita (istri) mencari ketenangan dan ketentraman.  Dan wanita adalah lahan subur yang sejuk dan rindang, yang penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang, yaitu tempat si laki-laki (suami) mencari ketenangan dan ketentraman. Sesungguhnya kebesaran laki-laki tampak dalam persahabatannya dengan dengan wanita (istri) yang saleh, hingga ia berhasil dalam kerjanya, dan berjuang keras untuk menjunjung tinggi bangsanya dan membangun umatnya.  Dan kebesaran wanita hanya muncul dan bersinar dalam persahabatannya dengan suami yang saleh, sehingga ia menjadi matahari yang menyinari, merpati yang mengepakkan sayapnya, bunga yang harum semerbak, dan tempat tinggal yang menyenangkan.
Lembaga ini merupakan pusat bagi lahir dan tumbuhnya Bani Adam yang kelak mempunyai peranan kunci dalam mewujudkan kedamaian dan kemakmuran di muka bumi ini. Menurut Islam, Bani Adamlah yang memperoleh kehormatan untuk memikul amanah Illahi sebagai khalifah di muka bumi, sebagaimana firman Allah Ta'ala: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat : "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata : "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau ?. Allah berfirman : "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (Al-Baqarah: 30). 
Pernikahan merupakan persoalan penting dan besar. 'Aqad nikah (pernikahan) adalah sebagai suatu perjanjian yang kokoh dan suci (MIITSAAQON GHALIIZHOO), sebagaimana firman Allah Ta'ala: Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami istri dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat". (An-Nisaa' : 21). Karena itu, diharapkan semua pihak yang terlibat di dalamnya, khususnya suami istri, memelihara dan menjaganya secara sunguh-sungguh dengan penuh tanggung jawab. 
Agama Islam telah memberikan petunjuk yang lengkap dan rinci terhadap persoalan pernikahan. Mulai dari anjuran menikah, cara memilih pasangan yang ideal, melakukan 'khitbah' (peminangan), mendidik  anak, memberikan jalan keluar jika terjadi kemelut dalam rumah tangga, sampai dalam proses nafaqah (memberikan nafkah) dan harta waris, semua diatur oleh Islam secara rinci dan detail. 
Selanjutnya untuk memahami konsep Islam tentang pernikahan, maka rujukan yang paling sah dan benar adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah Shahih (yang sesuai dengan pemahaman Salafus Shalih). Melalui rujukan ini kita akan dapati kejelasan tentang aspek-aspek pernikahan maupun beberapa penyimpangan dan pergeseran nilai pernikahan yang terjadi di masyarakat.

2.2. Peranan Pendidikan Pranikah Dalam Membantu Persoalan Rumah Tangga

Secara psikologis, pernikahan merupakan hubungan antara seorang perempuan dan lelaki yang belum mengetahui secara lengkap bagaimana sikap serta kebiasaan pasangannya. Hal ini, sering membuat kedua orang itu, bentrok dan salah paham. Dalam pertengkaran tersebut, keadaan emosi kedua pasangan sering labil. Akibatnya, dalam memutuskan sesuatu, kerap juga dilakukan dalam situasi emosi tinggi. Baik itu talak atau meninggalkan pasangannya. Bahkan yang lebih parah, ada yang memutuskan untuk bunuh diri.
Melalui pendidikan pranikah, setidaknya si pasangan bisa mencegah pertikaian. Karena, pasangan mengetahui tanggung jawab serta hak sebagai seorang suami dan isteri. Dan apabila pertengkaran telanjur terjadi, pasangan telah dibekali ilmu, bagaimana mereka menyelesaikan persoalan sesuai Islam dan mengambil keputusan dengan hati yang bersih. Namun, apabila pasangan suami istri telah memahami konsep pendidikan pra nikah, Insya Allah, dia dapat menghindari pertengkaran yang tidak perlu. 
Jumlah perceraian di kota Bandung dalam setiap tahun cenderung meningkat. Pada 2001 jumlah perkara perceraian mencapai 1.100 perkara. Angka itu, pada 2002 meningkat sampai 1.774 perkara, pada 2003 alhamdulillah perkara menurun sedikit menjadi 1.712. Dan untuk periode 2004, sampai Agustus jumlahnya mencapai 1.306 perkara. Angka ini akan terus bertambah. Tetapi mudah-mudahan tidak melebihi angka tahun 2003. 
Faktor utama perceraian karena tidak ada keharmonisan pada keluarga. Mereka sering mengeluh bahwa perceraian adalah jalan terbaik. Selain keharmonisan, saya juga sering menemukan alasan tanggung jawab, krisis akhlak, dan poligami tidak sehat. 
Pada 2002, di saat angka perceraian tinggi, jumlah perkara perceraian akibat tidak ada kecocokan mencapai 730 perkara. Untuk tangung jawab, berada sedikit di bawahnya yaitu 728 perkara, sebanyak 139 untuk krisis akhlak, 47 untuk poligami tidak sehat, dan sisanya untuk kasus-kasus seperti gangguan pihak ketiga, ekonomi, cemburu, dan penganiayaan.
Meningkatnya jumlah perceraian diakibatkan karena krisis moral di kedua belah pihak. Contohnya pemabuk. Dia mengetahui buruknya perceraian, namun karena moralnya yang kurang baik, dirinya tetap memutuskan untuk bercerai. Namun, hal itu tidak hanya terjadi pada pemabuk, karena orang yang baik juga banyak yang bercerai.
Alasan yang mereka berikan, saat bercerai sangat sederhana, yaitu tanggung jawab ataupun tidak harmonis. Padahal, kalau diperhatikan titik persoalannya, bisa saya katakan, mereka masih bisa memperbaiki perkawinan mereka. Namun, karena moral mereka yang tidak baik menyebabkan persoalan yang tidak ada dibuat menjadi ada.
Pendidikan pranikah kemungkinan besar bisa menekan angka perceraian. Namun, yang harus diingat, segencar dan sebaik apapun pendidikan pranikah, jika moralnya jelek, hasilnya ya jelek juga. Kecuali kalau pendidikan itu menekankan kepada masalah moral, mungkin jumlah perceraian semakin bisa ditekan. 
Perceraian merupakan masalah agama dan moral. Dan kalau dilihat dari kaca mata agama, pendidikan pranikah akan sangat membantu dalam kehidupan keluarga. Apabila dilihat dari moral, yang paling penting adalah membuat sesuatu yang bisa memperbaiki moral pasangan suami-isteri. Tetapi jika pendidikan pranikah mencakup semuanya, maka dapat dipastikan angka perceraian bisa ditekan.

2.3.Alternatif Pendidikan

Rumitnya masalah remaja pasca modern, lebih merupakan masalah berantai. Menghadapi remaja pasca modern tidak bisa lagi dengan mencari satu faktor penyebabnya kemudian memikirkan satu jalan keluarnya. Misalnya, merosotnya etika sehingga perlu pendidikan budi pekerti atau merosot imannya sehingga perlu pendidikan agama atau pendidikan seks. Oleh karena itu, pemecahan melalui pendidikan reproduksi pun tidak bisa sederhana. "Tidak semua remaja bisa diperlakukan sama, sehingga diperlukan pendidikan alternatif. Setiap alternatif mengandung konsekuensi dan risiko. Tetapi setidaknya dengan adanya alternatif bisa dirancang program pendidikan yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing remaja," katanya. 
Lebih jauh Sarlito menjelaskan, pendidikan alternatif pertama adalah batas diri meliputi seks terbatas (abstinensi, monoloyalitas, kondom), pembatasan sesuai ajaran agama, kembali ke tradisi/adat. Alternatif kedua adalah bebaskan diri, meliputi perluasan wawasan, toleransi tinggi, coping/ adjustment terhadap perubahan dan perbedaan. 
Dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah, dr Lula Kamal berpendapat dapat dimulai dari kelas 5 - 6 SD hingga SMA. Alternatif lainnya, dengan memanfaatkan guru Bimbingan Penyuluhan (BP) yang telah mendapatkan pelatihan untuk menjadi tempat bertanya para siswa, baik mengenai kesehatan reproduksi maupun penyerapan HIV/AIDS. Tak kalah pentingnya, menyediakan suatu wadah yang mudah dijangkau oleh para remaja jika mereka mempunyai masalah dalam hal kesehatan reproduksi, yang bersifat tidak menyalahkan tetapi lebih mencari jalan keluar dari suatu masalah. 
"Pokoknya, jangan sampai para siswa belajar masalah kesehatan reproduksi dari sumber yang salah, apalagi dengan melakukan learning by doing," katanya. 
Persoalan pernikahan adalah persoalan yang selalu aktual dan selalu menarik untuk dibicarakan serta dibahas. Persoalan ini bukan hanya menyangkut tabiat dan hajat hidup manusia yang asasi saja tetapi juga menyentuh suatu lembaga yang luhur dan sentral yaitu rumah tangga. Luhur, karena lembaga ini merupakan benteng bagi pertahanan martabat manusia dan nilai-nilai akhlaq.
Pemerintah didesak segera memasukkan pendidikan seks dalam kurikulum. Tanpa pendidikan seks, remaja Indonesia akan semakin terjerat pada persoalan sosial dan kesehatan yang serius. Hal itu diperlihatkan dengan semakin bertambahnya kasus kehamilan remaja, pelecehan seksual di sekolah serta semakin longgarnya nilai-nilai moral di kalangan generasi muda. 
Psikolog Tika Bisono, Kepala Sekolah SMP 109 Jakarta Murhanuddin serta artis sinetron remaja Shandy Aulia mengungkapkan hal itu kepada Pusat Data Persi di sela-sela acara Program Edukasi Rexona School of Confidence di Jakarta, kemarin. Tika mengungkapkan, hingga saat ini pemerintah maupun kalangan legislatif belum memperlihatkan perhatian mereka terhadap pentingnya pendidikan seks untuk remaja. 
Padahal, pendidikan seks merupakan benteng yang paling diperlukan untuk melindungi remaja Indonesia dari berbagai paparan media dan derasnya budaya asing yang merusak moral. Ia menyarankan pendidikan seks diberikan mulai SMP, ketika remaja mulai memasuki akil baligh. 
"Kita lihat sekarang, mereka dapat dengan mudah mendapat majalah, situs internet serta VCD porno. Akses mereka terhadap tayangan yang merusak moral kian terbuka, lalu kita diam saja. Akibatnya, dengan mudah dilihat dalam kehidupan kita sehari-hari. Sampai kapan kita terus tinggal diam," kata Tika yang mengaku dirinya telah menyuarakan isu pendidikan seks ini hampir satu dekade yang lalu. Namun, upayanya tersebut belum menemui hasil. 
Psikolog yang mendalami masalah remaja ini mengakui, beberapa sekolah, terutama swasta, telah memberikan pendidikan seks pada siswa-siswanya. Namun, hal itu belum diwujudkan secara terstruktur sehingga tujuan pengajaran pun dikhawatirkan tidak tercapai. Tika menyatakan, pendidikan seks idealnya menerangkan tentang fungsi organ seksual disertai dengan penjelasan tentang aspek kesehatannya, penyakit menular seksual, serta nilai-nilai moral dan agama yang terkait fungsi dan peran gender. 
Hal senada juga diungkapkan oleh Shandy yang kini duduk di kelas satu SMA ini. Gadis 17 tahun ini mengaku cukup beruntung karena di sekolahnya ia mendapat pengajaran seks di sekolah setiap satu minggu sekali. Namun, materi yang diajarkan cenderung membosankan sehingga tidak menarik minat. 
"Setiap satu minggu kami mendapat pelajaran tentang seks, narkoba dan sebagainya. Tapi, cara mengajar gurunya sangat tidak menyenangkan, beberapa kali saya malah kabur. Tapi, sebenarnya pelajaran itu berguna lho, karena terus terang untuk bertanya pada guru, saya sungkan," kata Shandy yang mengaku telah mulai berpacaran sejak berusia 17 tahun itu. 
Tika menegaskan, keluarga di Indonesia belum terbiasa berdialog tentang seks. Seks masih dianggap tabu dan vulgar. Bahkan, sebagian orang tua bukan saja jengah bahkan marah jika anaknya bertanya tentang seks karena dianggap kurang sopan. 
Kondisi itulah, kata Tika, yang membuat pendidikan seks perlu diformalkan. Ia menyarankan, pendidikan seks diberikan dalam jam pelajaran tersendiri. Namun, untuk menujang efektivitasnya, edukasi seks juga disisipkan dalam seluruh mata pelajaran secara tidak langsung. 
Pasalnya, kata Tika, pendidikan seks bukan hanya mengajarkan remaja untuk menjaga kesehatan organ reproduksinya serta memagari mereka dengan nilai-nilai moral. "Pendidikan seks berguna seumur hidup. Karena, diajarkan pula fungsi seks yang berujung pada masalah gender. Bagaimana cara pria menghormati perempuan, bagaimana mereka berhadapan dengan lawan jenis mereka. Ini adalah pelajaran yang akan berguna seumur hidup mereka," tandas Tika. 
Pendapat Tika juga dibenarkan oleh Murhanuddin, pendidik yang kini memimpin SMP peringkat pertama di Jakarta itu menekankan materi pendidikan seks harus dipersiapkan seoptimal mungkin. "Kita harus hati-hati, agar di satu sisi pelajaran ini menarik tapi juga sekaligus tidak vulgar. Ingat lho, pendidikan seks ini bukan mengajarkan hubungan seks. Selain juga perlu disisipkan nilai-nilai agama," ungkap Murhanuddin. Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Data Persi dari Perkumpulan Remaja 
Indonesia (PKBI) pada 1999, angka aborsi yang dilakukan remaja karena kehamilannya tidak diinginkan mencapai 100.000 sampai 150.000. Sebanyak 10% remaja setuju dengan seks pra nikah dan 71% remaja yang berpacaran melakukan hubungan seks dengan suaminya. Sedangkan kasus pelecehan seks terbaru yang dilakukan pelajar baru-baru ini terjadi di SMA Boedi Oetomo Jakarta yang dilakukan tujuh murid perempuan pada adik kelasnya. 

BAB III
KESIMPULAN

PENYIMPANGAN, masalah seksual khusus di kalangan remaja semakin membimbangkan. Pergeseran kefahaman dosa masing-masing tanggung, kubur masing-masing jaga, membuatkan masalah dosa dan zina sesuatu yang mula dipandang remeh. 
Sedangkan penyimpangan seks, iaitu zina sesuatu yang amat keji dan mesti dihindari setiap Muslim sebagaimana firman Allah yang bermaksud: “...dan janganlah kamu mendekati zina sesungguhnya zina itu perbuatan yang sangat keji dan satu jalan yang sangat buruk.” 
Seks adalah satu anugerah Allah yang diberikan kepada manusia sebagai satu nikmat dan perhiasan kehidupan seperti juga binatang dan tumbuh-tumbuhan.
Memang patut kalau manusia ghairah seks atau berasa hendak melempiaskan keinginan seksual itu. Allah tidak melarang manusia melempiaskan hawa nafsunya selama mana cara yang dihalalkan, pada saat yang tidak terlarang dengan ikatan perkahwinan yang sah. Malah, nabi seakan tidak mengaku umat terhadap mereka yang mempunyai kemampuan untuk berkahwin tetapi meninggalkannya. 
Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda yang maksudnya: “Sesiapa benci dan enggan menurut sunnahku (antaranya berkahwin), maka dia bukan dari kalanganku.” 
Ikatan pernikahan adalah jalan yang halal dan diiktiraf syarak untuk melepaskan kemahuan seks. Ini bererti orang yang belum berkahwin jangan cuba-cuba melepaskan seksnya. Sebagai satu agama yang amat hebat, Islam menampilkan cara pengawalan yang sangat berkesan dalam mengatasi penyakit seksual, iaitu sebagaimana dalam firman Allah yang kita baca di atas, perkataan ‘jangan kamu hampiri zina.’ Kalau hampiri dah dilarang dan ditegah apa lagi melakukannya.
Menghampiri maknanya apa sahaja perbuatan yang menjadi penyebab, pendorong, keinginan dan sebagainya adalah haram. Kalau ada pendorong mudah datang keinginan diulit bisikan syaitan sama merelakan pula, apatah lagi terjadilah perbuatan terkutuk yang saban hari kita lihat dan dengar remaja melahirkan anak luar nikah. Bayi yang tidak berdosa ditemui mati di timbunan sampah, dengan perut terburai dimakan sekumpulan anjing liar. Sudahlah berzina, amat jijik pula kezaliman terhadap bayi yang tidak tahu apa-apa. Oleh itu, pergaulan bebas, berdua-duaan, berpimpin tangan, rapat-merapati dan berhimpitan di atas motor adalah faktor permulaan yang kuat mendorong ke arah penyimpangan seksual. 
Alam remaja adalah alam yang sangat mencabar sehingga disebut nabi dalam satu senarai orang kenamaan akhirat adalah remaja yang terselamat dan menyelamatkan diri daripada zina.  Maksud hadis: “Lelaki yang apabila diajak perempuan cantik berzina lalu berkata, “sesungguhnya aku takut kepada Allah.” 
Pendidikan seks menurut Barat amat berbeza dengan Islam, agama yang sangat suci ini. Masyarakat remaja Barat yang sangat bebas serta serba tidak terkawal itu hanya mengajar bagaimana mencegah supaya jangan berlaku kehamilan. Seks adalah hak peribadi yang tidak terlarang bagi mereka. Bagi mereka hamil di kalangan remaja berlaku kerana remaja tidak tahu ‘save sex’ (seks selamat), bukannya hendak berfikir mengenai salahnya berzina itu. 
Pendidikan seks dalam Islam mendidik remaja bukan sahaja supaya tidak berzina tetapi juga supaya menjauhi sebab dan segala pendorong perzinaan. Sebab itu mendidik mengenai syurga neraka supaya umat Islam gerun terhadap ancaman neraka dan akhirnya menolak nikmat sementara supaya terselamat api neraka yang membakar selamanya. 
Langkah pencegahan yang dibawa Islam ialah:
- Jaga pandangan mata dengan tidak melihat aurat jantina berlainan termasuk gambar serta filem pornografi.
- Tidak berdua-duaan lelaki dan wanita yang bukan mahram di tempat sunyi.
- Tidak bersentuhan kulit antara lelaki wanita termasuk bersalaman. 
- Tidak bergaul bebas lelaki wanita tanpa batas.


CARI HARGA PALING TERMURAH? YA HANYA DI PALINGTERMURAH.COM
Blog, Updated at: Jumat, Oktober 07, 2016

0 komentar:

Posting Komentar

Sponsor

-->